Renungan Harian
Sabtu, 26 September 2026
Bacaan Firman Tuhan: Markus 11:27–33
Tema : Mengenal dan Mengakui Kuasa Tuhan dengan Hati yang Tulus
📖 Pembacaan Firman Tuhan
Markus 11:27–33 — “Pertanyaan tentang Kuasa Yesus”
Kemudian Yesus dan murid-murid-Nya datang lagi ke Yerusalem. Ketika Yesus berjalan di halaman Bait Allah, datanglah kepada-Nya imam-imam kepala, ahli-ahli Taurat dan tua-tua. Mereka bertanya kepada-Nya: “Dengan kuasa manakah Engkau melakukan hal-hal itu? Dan siapakah yang memberikan kuasa itu kepada-Mu, sehingga Engkau melakukan hal-hal itu?” Jawab Yesus kepada mereka: “Aku akan mengajukan satu pertanyaan kepada kamu. Berikanlah jawabnya kepada-Ku, dan Aku akan mengatakan kepada kamu dengan kuasa manakah Aku melakukan hal-hal itu. Baptisan Yohanes itu, dari sorga atau dari manusia? Berikanlah jawabnya kepada-Ku!” Mereka memperbincangkannya di antara mereka, dan berkata: “Jikalau kita katakan: Dari sorga, Ia akan berkata: Kalau begitu, mengapakah kamu tidak percaya kepadanya? Tetapi, masakan kita katakan: Dari manusia?” Mereka takut kepada orang banyak, sebab semua orang menganggap bahwa Yohanes benar-benar seorang nabi. Lalu mereka menjawab Yesus: “Kami tidak tahu.” Maka kata Yesus kepada mereka: “Jika demikian, Aku juga tidak mengatakan kepada kamu dengan kuasa manakah Aku melakukan hal-hal itu.”
✨ Renungan
Dalam bacaan hari ini, Yesus berada di Bait Allah ketika imam-imam kepala, ahli-ahli Taurat dan tua-tua datang mempertanyakan kuasa-Nya. Mereka bertanya, “Dengan kuasa manakah Engkau melakukan hal-hal itu?” Pertanyaan mereka sebenarnya bukan lahir dari kerinduan untuk mengenal kebenaran, melainkan dari sikap mempertanyakan dan mencari alasan untuk menolak Yesus. Mereka melihat pekerjaan Tuhan, tetapi hati mereka tidak terbuka untuk percaya. Yesus kemudian mengarahkan mereka kepada pertanyaan tentang baptisan Yohanes: apakah berasal dari sorga atau dari manusia? Mereka tidak berani memberikan jawaban yang jujur. Mereka lebih memikirkan reaksi orang banyak daripada mencari dan menyatakan kebenaran. Firman Tuhan mengingatkan kita bahwa iman membutuhkan hati yang jujur dan terbuka kepada Allah. Jangan sampai kita hanya mencari Tuhan ketika membutuhkan pertolongan, tetapi ketika Tuhan menyatakan kehendak-Nya, kita justru mempertanyakan dan menolaknya. Ada kalanya kita juga bertanya, “Tuhan, mengapa ini terjadi dalam hidup saya?” Bertanya kepada Tuhan bukanlah sesuatu yang salah. Namun, pertanyaan itu hendaknya membawa kita semakin dekat kepada-Nya, bukan menjadi alasan untuk menjauh dari-Nya. Yesus memiliki kuasa yang berasal dari Allah. Karena itu, kehidupan kita dipanggil untuk percaya, taat, dan menyerahkan diri kepada-Nya. Ketika kita tidak memahami jalan Tuhan, tetaplah percaya bahwa Tuhan mengetahui apa yang terbaik bagi kehidupan kita. Jangan hanya mencari jawaban dari Tuhan; belajarlah juga untuk mengenal Pribadi Tuhan dan mempercayai kehendak-Nya.
💭 Refleksi
Apakah saya sungguh-sungguh membuka hati untuk mengenal kehendak Tuhan?
Ketika menghadapi sesuatu yang tidak saya mengerti, apakah saya tetap percaya kepada Tuhan?
Apakah saya lebih takut kepada pendapat manusia daripada melakukan kebenaran Tuhan?
Adakah sikap dalam diri saya yang membuat saya sulit menerima teguran dan kehendak Tuhan?
Kalimat perenungan:
“Iman yang dewasa bukan berarti selalu memahami jalan Tuhan, tetapi tetap percaya ketika kita belum memahami jalan-Nya.”
🙏 Pokok Doa
- Mengucap syukur atas kasih, penyertaan, kesehatan, dan berkat Tuhan yang kita terima setiap hari.
- Memohon agar Tuhan memberikan hati yang tulus dan rendah hati untuk menerima firman serta kehendak-Nya.
- Berdoa agar kita memiliki iman yang teguh, terutama ketika menghadapi persoalan dan keadaan yang belum kita mengerti.
- Berdoa untuk keluarga, pekerjaan, pelayanan, gereja, dan setiap tanggung jawab yang Tuhan percayakan kepada kita.
- Berdoa bagi GMI Wilayah I, para pelayan Tuhan, para pendeta, pimpinan distrik, jemaat, serta seluruh warga jemaat, agar senantiasa dipimpin dan dipakai Tuhan.
- Memohon agar sepanjang hari ini kita dapat menjadi saksi Kristus melalui perkataan, sikap, dan perbuatan.