23 September 2026

Menjadi Besar dengan Merendahkan Diri

Rabu, 23 September 2026
Bacaan Alkitab  : Matius 18 : 1 - 5
Tema :“Menjadi Besar dengan Merendahkan Diri”

📖 Nas Firman Tuhan
 Pada waktu itu datanglah murid-murid itu kepada Yesus dan bertanya: "Siapakah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga? "Maka Yesus memanggil seorang anak kecil dan menempatkannya di tengah-tengah mereka lalu berkata: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga. Sedangkan barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga.Dan barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku."

 Renungan
Dalam kehidupan, manusia sering mengukur kebesaran dari kedudukan, kekuasaan, keberhasilan, kekayaan, atau penghargaan yang diterima. Bahkan para murid Yesus pernah bertanya, “Siapakah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga?” Yesus memberikan jawaban yang berbeda dari cara pandang dunia. Ia memanggil seorang anak kecil dan menempatkannya di tengah-tengah mereka. Yesus mengajarkan bahwa untuk masuk ke dalam Kerajaan Sorga, seseorang harus bertobat dan menjadi seperti anak kecil. Anak kecil menggambarkan kerendahan hati, ketulusan, kesederhanaan dan ketergantungan. Seorang anak menyadari bahwa dirinya membutuhkan pertolongan orang lain. Demikian juga kita dipanggil untuk menyadari bahwa hidup kita sepenuhnya bergantung kepada Tuhan.Menjadi seperti anak kecil bukan berarti menjadi kekanak-kanakan. Sebaliknya, kita dipanggil untuk memiliki hati yang sederhana, tulus, mudah mengampuni, tidak mencari pujian, dan mau belajar.Yesus juga berkata bahwa barangsiapa menyambut seorang anak kecil dalam nama-Nya, ia menyambut Yesus sendiri. Ini mengingatkan kita bahwa setiap orang yang sederhana, lemah, kecil, dan sering tidak diperhitungkan oleh dunia tetap berharga di hadapan Tuhan.

 Refleksi
Mari kita bertanya kepada diri sendiri:
- Apakah saya masih rendah hati ketika mendapatkan keberhasilan?
- Apakah saya lebih suka dihargai daripada menghargai orang lain?
- Apakah saya mau melayani tanpa mencari pujian?
- Apakah saya mampu menerima dan menghargai orang-orang yang sederhana dan sering dianggap kecil? Kebesaran di hadapan Tuhan bukanlah tentang seberapa tinggi posisi kita, tetapi seberapa rendah hati kita dalam melayani. Hari ini, marilah kita menjalani kehidupan dengan hati yang sederhana. Jangan merasa lebih tinggi dari orang lain. Belajarlah menghargai setiap orang dan lakukan segala sesuatu dengan kasih, sebab ketika kita melayani dan menerima orang lain dengan tulus, sesungguhnya kita sedang menyambut Kristus.

 Aplikasi 
1. Rendahkan hati di hadapan Tuhan.
   Akui bahwa kita membutuhkan pertolongan dan penyertaan Tuhan setiap hari.
2. Jangan mencari kebesaran diri.
   Biarlah Tuhan yang melihat dan menilai setiap pelayanan yang kita lakukan.
3. Hargai setiap orang.
   Jangan memandang seseorang berdasarkan jabatan, kekayaan, pendidikan atau kedudukannya.
4. Melayani dengan tulus.
   Lakukan kebaikan bukan supaya dipuji, tetapi karena kasih kepada Tuhan.
5. Belajar memiliki hati seperti anak kecil.
   Tetap tulus, sederhana, mau belajar, mudah mengampuni dan percaya kepada Tuhan.
 
Pokok Doa
1. Bersyukur kepada Tuhan atas kasih, penyertaan dan berkat-Nya yang baru setiap pagi.
2. Memohon agar Tuhan memberikan hati yang rendah hati, tulus dan sederhana, seperti yang diajarkan Yesus.
3. Berdoa agar kita tidak terjebak dalam kesombongan, mencari pujian, atau merasa lebih tinggi daripada orang lain.
4. Berdoa untuk keluarga, pekerjaan, pelayanan dan setiap tanggung jawab yang dipercayakan Tuhan kepada kita hari ini.
5. Berdoa agar Tuhan memberikan kekuatan untuk melayani dengan kasih dan menghargai setiap orang, terutama mereka yang membutuhkan perhatian dan pertolongan.
6. Berdoa bagi Gereja Methodist Indonesia, para pimpinan, pendeta, pelayan, jemaat dan seluruh pelayanan agar senantiasa menjadi berkat bagi banyak orang.