Methodist
GMI Wilayah I Salurkan Bantuan Sosial untuk Korban Banjir di Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat
Admin
11 Desember 2025
187 views
Foto : Pemberangkatan Bantuan Sosial Badan Parpem Bekerja sama dengan Distrik 10, Parpem
Medan, Desember 2025 — Gereja Methodist Indonesia (GMI) Wilayah I melalui Badan Partisipasi Pembangunan (PARPEM) terus menunjukkan kepedulian sosial yang kuat terhadap masyarakat yang terkena dampak banjir besar di Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat. Dengan koordinasi menyeluruh bersama seluruh distrik, bantuan disalurkan secara bertahap, mulai dari mendukung dapur umum gereja hingga penyaluran langsung kepada jemaat dan masyarakat terdampak.
Bencana banjir yang melanda pada 27 November 2025 membawa dampak signifikan di berbagai wilayah. Menyadari kebutuhan mendesak untuk penyediaan makanan bagi korban banjir, PARPEM segera bergerak mendukung dapur-dapur umum yang dibuka oleh gereja-gereja di Wilayah Medan. Pada 29–30 November, PARPEM menyalurkan sembako ke lima gereja yang mengoperasikan dapur umum, yaitu GMI Kelambir V, GMI Sukadono, GMI Cendana Asri, GMI Sei Yordan Martubung, dan GMI Martubung. Dukungan logistik ini memastikan dapur umum tersebut mampu menyediakan makanan hangat bagi ratusan warga terdampak.
Setelah tahap bantuan untuk dapur umum, PARPEM bersama seluruh distrik melanjutkan bantuan tahap kedua, yaitu pembagian sembako dan pakaian layak pakai kepada keluarga jemaat yang terdampak bencana. Penyaluran ini dilakukan secara terjadwal di berbagai distrik agar bantuan tepat sasaran dan menjangkau seluruh keluarga yang memerlukan. Pada 29 November, bantuan diberikan kepada jemaat di Distrik 7 GMI Wilayah I, disusul Distrik 1 GMI Wilayah I pada 3 Desember, Distrik 4 GMI Wilayah I pada 4 Desember, dan Distrik 2 pada 6 Desember. Setiap pendistribusian dilakukan berkoordinasi langsung dengan PARPEM GMI Wilayah I untuk memastikan kelancaran dan keseragaman bantuan.
Puncak penyaluran bantuan tahap kedua terjadi ketika PARPEM dan Distrik 10 turun langsung ke wilayah yang mengalami kerusakan terparah, termasuk Barus, Bondar Sihudon, Kolang, Poriaha, Pandan, Pinang Sori, dan Sibolga pada 7–8 Desember 2025. Kondisi lapangan yang sulit tidak menghambat para relawan untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi di masa krisis ini.
Sementara itu, jemaat dan masyarakat terdampak di wilayah Aceh juga turut mendapatkan perhatian khusus. Bantuan tahap kedua untuk Aceh disalurkan pada 9 Desember 2025, dengan distribusi yang sebagian dilakukan melalui jalur udara karena akses darat banyak terputus oleh banjir dan longsor. Upaya ini menjadi bukti komitmen GMI Wilayah I untuk menjangkau seluruh korban bencana tanpa memandang batas wilayah.
Seiring dengan selesainya bantuan tahap pertama dan kedua, PARPEM dan distrik-distrik kini menyiapkan bantuan tahap ketiga, yaitu rencana renovasi rumah jemaat serta gereja yang mengalami kerusakan akibat bencana. Saat ini proses pendataan sedang berlangsung untuk memastikan setiap unit rumah dan bangunan gereja yang terdampak mendapat perhatian tepat sesuai tingkat kerusakannya.
Seluruh rangkaian aksi kemanusiaan ini menegaskan bahwa setiap distrik bekerja bersama-sama dengan PARPEM GMI Wilayah I dalam satu semangat pelayanan. Gereja hadir tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai wadah solidaritas dan pertolongan nyata bagi masyarakat dalam masa sulit. Dengan dukungan jemaat, relawan, dan donatur, GMI Wilayah I berkomitmen melanjutkan gelombang pelayanan kasih ini hingga proses pemulihan benar-benar tuntas.
Sumber : Badan Partisipasi Pembangungan GMI Wilayah I